Manajer Bidang Baja & Pertambangan
Industri baja saat ini menghadapi berbagai tantangan – terkadang satu per satu, terkadang sekaligus. Pengendalian emisi difus termasuk dalam kategori yang terakhir.
Mulai dari tempat penampungan bahan baku hingga pabrik sinter dan pabrik kokas, pengendalian debu telah menjadi tujuan utama sekaligus alat yang ampuh untuk mengurangi emisi partikel (PM).
Alasannya beragam. Tentu saja, tanggung jawab lingkungan merupakan pendorong utama, namun hal ini sejalan dengan upaya menciptakan tempat kerja yang bebas bahaya, mematuhi standar regulasi, mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) bagi para pemangku kepentingan, serta sekadar menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar pabrik baja.
Meskipun emisi terarah dapat dikendalikan dengan teknologi yang sudah mapan seperti perangkat penghilang debu dan pencuci basah, emisi difus menimbulkan tantangan yang lebih besar karena sifatnya yang tidak dapat diprediksi. Ya—emisi ini bersifat difus, dan faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan debu sangat beragam.
Tiga bidang utama biasanya terlintas dalam pikiran saat mengevaluasi sumber debu di sebuah pabrik baja:
- Tempat penyimpanan bahan baku
- Pabrik sinter
- Pabrik oven kokas
Masing-masing bidang ini memiliki masalah yang sama:
- Persediaan
- Sistem sabuk konveyor
- Jalan yang belum beraspal
Persediaan merupakan sumber utama emisi debu. Karena sering berlokasi di daerah berangin seperti pelabuhan, fasilitas ini memiliki permukaan yang luas dan rentan terhadap erosi. Hal ini menyebabkan kondisi berdebu di tempat penyimpanan bahan baku serta terjadinya kehilangan material, yang dapat berdampak langsung pada biaya produksi.
Untuk mengurangi dampak-dampak tersebut, para produsen menggunakan larutan air yang mengandung bahan pengeras yang disemprotkan ke tumpukan material, sehingga membentuk lapisan padat yang tahan terhadap erosi angin.
Jadi, apakah solusinya mudah? Hanya sebagian saja.
Lapangan penyimpanan bahan baku merupakan lingkungan yang sibuk. Pengelolaan tumpukan bahan baku merupakan seni tersendiri. Kapal, truk, atau kereta api bisa tiba kapan saja, membongkar muatan, dan membentuk tumpukan baru. Di tengah aktivitas yang tak henti-hentinya ini, pengendalian debu tetap harus dilakukan.
Dari kejauhan, kerak yang terbentuk akibat perawatan konvensional hampir tidak terlihat. Solusi praktisnya adalah menggunakan bahan pembentuk kerak dalam berbagai warna – seperti Ferrosulfur® berwarna putih atau hijau – sehingga memudahkan identifikasi visual tiang yang telah diberi perlakuan, penilaian tingkat tutupan kerak, dan perencanaan perlakuan di masa mendatang.
Jalan yang belum beraspal merupakan sumber debu lainnya, terutama saat alat berat sedang beroperasi. Tergantung pada kondisi meteorologi, digunakan bahan pembentuk kerak atau bahan higroskopis. Meskipun kerak cenderung hancur seiring waktu, bahan higroskopis menciptakan efek pembasahan yang mencegah pembentukan debu. Kurita telah menyempurnakan pendekatan ini dengan mengembangkan produk yang menggabungkan pembentukan kerak dan efek pembasahan, dengan jejak lingkungan yang ramah.
Sistem sabuk konveyor menimbulkan tantangan tersendiri, terutama saat mengangkut bahan panas seperti sinter atau kokas. Ada dua metode pengendalian debu utama yang digunakan di sini: penyemprotan basah dan sistem berbasis busa.
Sistem penyemprotan basah dapat efektif berkat efek pendinginannya, namun sistem ini juga menyebabkan masuknya kelembapan ke dalam bahan. Kelembapan ini harus diuapkan dalam proses-proses selanjutnya (misalnya, tanur tiup atau tungku kokas), yang mengakibatkan kerugian termal dan peningkatan total biaya kepemilikan (TCO).
Sistem busa, yang menghasilkan busa yang relatif “kering” dengan menggunakan udara terkompresi dan nosel khusus, dapat mencapai pengurangan debu yang serupa sekaligus meminimalkan penggunaan air—hingga hanya 0,1% (1.000 ppm). Unit busa sangat ideal ketika proses atau bahan tidak dapat mentoleransi kelembapan berlebih, atau ketika meminimalkan konsumsi energi menjadi sangat penting. Untuk hal ini, Kurita menggunakan teknologi miliknya sendiri FFE® Sistem, yang dilengkapi dengan unit otomatis untuk pembuatan busa dan pengendalian debu.
Ingin mengurangi emisi?
Izinkan kami membantu Anda dengan strategi pengendalian debu yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda
Baca selengkapnya