Joao Faria
Manajer Pengembangan Bisnis F&B
Air merupakan unsur yang tak tergantikan dalam produksi makanan dan minuman, serta memainkan peran penting dalam seluruh rantai pasok pangan, mulai dari lahan pertanian hingga ke meja makan kita. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa air yang digunakan bersih dan aman untuk dikonsumsi serta diperoleh secara berkelanjutan (risiko kelangkaan), sebuah faktor kritis yang semakin penting dalam beberapa tahun terakhir akibat kekeringan yang semakin sering dan parah.
Dalam bidang pertanian, air digunakan dalam berbagai kegiatan, termasuk irigasi tanaman dan peternakan untuk keperluan minum, pendinginan, serta pembersihan. Air untuk irigasi biasanya bersumber dari sumber-sumber alam seperti sungai atau sumur bawah tanah, dan sangat penting untuk memastikan bahwa air tersebut bebas dari bahan kimia berbahaya dan bakteri, yang dapat membuatnya tidak aman untuk dikonsumsi manusia. Sebagian besar bahan baku untuk industri makanan dan minuman dipasok dari lahan pertanian.
Di pabrik pengolahan, air memegang peranan penting dalam banyak proses yang esensial untuk menghasilkan makanan dan minuman berkualitas tinggi. Air digunakan secara langsung dalam proses memasak seperti memasak dengan uap, merebus, dan pasteurisasi/sterilisasi, serta untuk mencuci dan mendisinfeksi produk seperti kentang atau buah-buahan. Secara tidak langsung, air digunakan dalam produksi uap, proses pendinginan, persiapan air (RO, UF, desinfeksi, dll.), serta pengolahan air limbah.
Air juga merupakan bahan dalam banyak produk makanan dan minuman, seperti minuman ringan, jus, minuman olahraga, bir, dan minuman beralkohol lainnya. Selain itu, air sering digunakan sebagai bahan baku dalam makanan seperti kue kering, daging olahan, atau makanan siap saji. Sebagai bahan baku, air harus memiliki kualitas yang aman untuk dikonsumsi serta karakteristik organoleptik yang sesuai dengan produk yang diproduksi dan nantinya dikonsumsi.
Selain itu, air digunakan untuk membersihkan, membilas, dan mendisinfeksi peralatan serta permukaan di pabrik pengolahan makanan dan minuman guna mencegah kontaminasi dan memastikan kualitas sesuai standar F&B. Konsumsi air untuk pembersihan CIP dan COP dapat mencapai dua kali lipat dari berat produksi, seperti penggunaan lebih dari 2 liter air untuk prosedur pembersihan dan sanitasi setiap 1 kg daging yang diproduksi.
Menjamin ketersediaan air untuk masa depan
Pentingnya air dalam industri makanan dan minuman tidak dapat disangkal. Akses terhadap air yang aman dan bersih sangat penting untuk menjamin kesehatan dan keselamatan konsumen serta menjaga kualitas makanan dan minuman. Industri ini harus memprioritaskan penggunaan dan pengelolaan sumber daya air secara bertanggung jawab guna memastikan ketersediaannya bagi generasi mendatang.
Seiring dengan terus bertambahnya populasi dunia dan berkembangnya industri makanan dan minuman, tekanan terhadap sumber daya air akan semakin meningkat, sehingga berbagai perusahaan sedang mencari cara untuk meminimalkan penggunaan air dan mengurangi dampaknya terhadap sumber daya alam. Sejumlah praktik inovatif dan berkelanjutan sedang diterapkan untuk mengelola konsumsi air secara efektif.
Industri ini harus terus berinovasi dan menerapkan praktik-praktik berkelanjutan, dengan tujuan utama yaitu penerapan prinsip 3R secara efektif dalam pengelolaan air:
- mengurangi konsumsi
- gunakan kembali jika memungkinkan
- Selalu daur ulang air
Sebagai kesimpulan, air merupakan komponen penting dalam industri makanan dan minuman, dan pelestariannya sangat krusial bagi keberlanjutan sektor ini, lingkungan, serta umat manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu, penggunaan dan pengelolaan sumber daya air yang bertanggung jawab harus menjadi prioritas guna memastikan ketersediaan makanan dan minuman yang aman dan berkualitas tinggi dalam jangka panjang bagi generasi mendatang.
Di Kurita, kami mempelajari sifat-sifat air agar dapat memanfaatkannya secara optimal guna menciptakan lingkungan di mana alam dan manusia hidup selaras, sekaligus membantu seluruh rantai pasok industri makanan dan minuman (F&B) untuk mencapai hal tersebut.