Joanna Walker
Spesialis LTM
Menggali Potensi Air Limbah
Air limbah ada di mana-mana. Air limbah ini dihasilkan dari proses industri, proses pendinginan, limpasan permukaan, serta dari rumah tangga. Setiap hari, kita semua menghasilkan air limbah saat mandi, mencuci piring, mencuci pakaian, dan mencuci mobil. Lalu, apa kesamaan dari semua air limbah ini?
Sama sekali tidak ada apa-apa!
Air limbah yang dihasilkan dari berbagai sumber menimbulkan tantangan yang signifikan bagi instalasi pengolahan air limbah. Tantangan-tantangan ini berkisar mulai dari beban finansial akibat penggunaan bahan kimia dan biaya pembuangan hingga keharusan untuk mematuhi ketentuan hukum, sehingga instalasi pengolahan air limbah sering kali dipandang sebagai pengeluaran yang tak terhindarkan, bukan sebagai peluang.
Meskipun demikian, instalasi pengolahan air limbah memiliki potensi yang belum dimanfaatkan sebagai sumber daya air jika dikelola secara efektif. Tantangan utamanya terletak pada pemahaman terhadap kondisi yang terus berubah serta penyesuaian terhadap pergeseran dalam proses produksi, variasi musiman, dan kecelakaan tak terduga di hulu.
S.sensing™ CS: Otomatisasi instalasi pengolahan air limbah Anda
Untuk menghadapi perubahan-perubahan ini, Kurita memperkenalkan S.sensing™ CS teknologi, sebuah sistem yang dirancang untuk mengontrol dosis koagulan secara real-time, dengan memanfaatkan teknologi berbasis laser. Berbeda dengan pendekatan tradisional yang melakukan pengukuran setelah proses sedimentasi, S.sensing CS mendeteksi pembentukan gumpalan pada tahap awal proses, sehingga memungkinkan penyesuaian dosis koagulan secara cepat.
Menciptakan nilai melalui S.sensing™ CS
- Kualitas air yang stabil: Memastikan produk yang tepat digunakan pada waktu yang tepat sehingga menghasilkan kualitas air olahan yang konsisten dan stabil.
- Otomatisasi instalasi pengolahan air limbah: Mengurangi beban kerja staf dengan mengotomatiskan pengaturan dosis, sehingga tidak perlu lagi melakukan penyesuaian secara manual
- Optimasi dosis: Penyaluran bahan kimia secara otomatis sesuai dengan kebutuhan real-time, sehingga menghasilkan operasi pabrik yang lebih stabil dan aman.
- Penghematan biaya: Mengurangi penggunaan bahan kimia dan produksi lumpur yang diakibatkannya, sehingga menghasilkan penghematan biaya yang signifikan, termasuk biaya pembuangan lumpur.
Sebagai gambaran dampak praktis dari S.sensing™ CS, sebuah studi kasus yang melibatkan instalasi pengolahan air limbah di sebuah pabrik kertas menunjukkan penurunan pembentukan lumpur sebesar 50%, serta secara konsisten memenuhi batas kekeruhan. Kemampuan sistem untuk mengikuti garis tren dosis yang diperlukan mencegah terjadinya dosis yang kurang maupun berlebih.
Selain itu, teknologi S.sensing™ CS juga dapat diterapkan untuk pengolahan air sungai, misalnya untuk sistem pendingin. Dengan mengoptimalkan dosis koagulan sejak tahap awal dalam sistem, beban pada peralatan di hilir, seperti filter pasir atau membran, dapat dikurangi, sehingga frekuensi penggantian media penyaring dan frekuensi pembersihan pun menjadi lebih rendah.
Peningkatan lebih lanjut pada instalasi pengolahan air limbah juga dapat dicapai dengan menerapkan produk-produk dari Kuriflock™ portofolio. Dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan sistem, rangkaian produk Kuriflock mencakup koagulan anorganik dan organik, dengan spesialisasi dalam penggabungan kedua jenis tersebut. Produk campuran ini menghadirkan manfaat dari kedua jenis koagulan tersebut dengan mengurangi volume lumpur dan takaran dosis. Bersama dengan bahan pembantu flokulasi Kuriflock yang tepat dan teknologi S.sensing™ CS, potensi penghematan meningkat secara signifikan.
Air limbah dan potensi yang belum dimanfaatkan
Seiring dengan semakin langkanya pasokan air di seluruh dunia, pengolahan air limbah untuk digunakan kembali merupakan langkah penting menuju pengelolaan air yang berkelanjutan. Seringkali, aliran air tertentu tidak dipertimbangkan untuk digunakan kembali karena tidak memenuhi standar kualitas. Teknologi pengolahan canggih seperti osmosis terbalik dapat mengubah air limbah menjadi air berkualitas tinggi yang cocok untuk berbagai keperluan. Namun, masalah pengendapan dan penyumbatan sering kali menghambat efisiensi sistem-sistem ini, sehingga mengakibatkan perawatan yang sering, waktu henti, dan biaya operasional yang tinggi. Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, Avista, merek global Kurita untuk solusi pengolahan berbasis membran, menawarkan konsep pengolahan mutakhir yang menjamin efisiensi biaya dan keandalan operasional yang optimal.
Dalam banyak kasus, sistem osmosis terbalik yang rumit mungkin tidak diperlukan untuk memenuhi persyaratan kualitas guna penggunaan kembali. Disinfeksi sederhana melalui Dilurit® BC S-System Hal ini dapat menjadi syarat agar aliran air limbah yang sebelumnya tidak dapat didaur ulang menjadi layak untuk didaur ulang di lokasi tersebut, sehingga dapat mengurangi biaya pembuangan air limbah dan dampak lingkungan secara keseluruhan.
Potensi air limbah yang belum dimanfaatkan menawarkan solusi menjanjikan untuk mengatasi tantangan kelangkaan air dengan mengubah persepsi terhadap air limbah dari sekadar produk limbah menjadi sumber daya yang berharga. Pemanfaatan kembali air limbah berkontribusi pada ketahanan air, mendukung praktik-praktik berkelanjutan, melestarikan sumber daya air tawar, melindungi lingkungan, dan dapat menghasilkan penghematan biaya bagi industri, perusahaan air minum, serta konsumen. Kurita dapat membantu mengoptimalkan potensi tersebut melalui pengetahuan tentang proses pengolahan canggih dan teknologi yang memberikan nilai tambah.
Dan tidak, instalasi pengolahan air limbah bukanlah sesuatu yang tak terhindarkan.